Terapi Oksigen Hiperbarik Untuk Luka Diabetes by Dr Kevin Chan (Bahasa)

Dr Kevin Chan adalah Direktur Medis Hyperbaric & Occupational Medicine Pte Ltd dan
Flinders Practice Pte Ltd, Singapura

Diabetes mellitus, yang biasa juga dikenal dengan sebutan diabetes adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh tingkat gula darah yang tinggi. Seseorang yang menderita diabetes tidak memproduksi insulin dengan cukup (tipe 1) atau tidak dapat mempergunakan produksi insulin secara efektif (tipe 2). Timbulnya penyakit diabetes (terutama tipe 2) adalah yang kerap terjadi di negara berkembang, dengan kenaikan yang paling tinggi di negara Asia dan Afrika. Diabetes adalah satu dari 10 penyakit kronis di dunia yang apabila tidak ditangani dengan baik, akan semakin memburuk.yang menyebabkan komplikasi seperti kebutaan, kerusakan urat syaraf, kerusakan pada ginjal, penyakit jantung dan amputasi anggota badan.

Dr. Kevin U. Chan, Direktur Medis dari Hyperbaric & Occupational Medicine Pte Ltd dan Flinders Practice Pte Ltd menjelaskan bahwa “Hyperbaric Oxygen Therapy adalah administrasi oksigen murni kepada pasien dalam sebuah kamar yang memiliki tekanan udara lebih dari 1 atmosfir. Dikarenakan oleh pergerakan gas pada lingkungan kamar tersebut, jumlah kerusakan oksigen ke dalam plasma meningkat hampir 400%. Singkatnya, terdapat lompatan quantum dalam jumlah oksigen yang sampai ke jaringan tisu.”

Jumlah total dari peningkatan jaringan oksigen adalah untuk melawan hypoxia kronis (tingkat oksigen rendah) yang biasanyda terjadi pada infeksi luka dibaetik pada kaki. Selain itu, bakteri yang berkembang pada lingkungan beroksigen rendah, akan dihancurkan dengan ombak oksigen yang muncul pada terapi hiberpbarik. Tingkat oksigen yang meningkatkat pada jaringan tisu lokal juga meningkatkan efek dari pengoabtan antobiotik,” urai Dr Chan.

Singkatnya, HBOT saat ini menghadirkan banyak keuntungan bagi jaringan tisu local dan memberikan dampak pasti dalam mengurangi resiko amputasi dan meningkatkan angka penyembuhan luka. Ini telah dibuktikan oleh berbagai uji internasional dalam 8 tahun terakhir.
Saat ini, HBOT sedang dalam tumbuh pesar di Singapura. Hyperbaric & Occupational Medicine Pte Ltd mulai beroperasi di akhir 2007, yang menghadirkan ruangan perawatan oksigen terbesar, Multiplace Chamber di Asia Tenggara.

Dr. Chan percaya bahwa HBOT sangat berperan penting dalam pendanganan berbagai kondisi penyakit. Sebagai perawatan utama, Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) telah digunakan untuk menangani kecelakaan menyelam seperti Decompression Sickness (DCS), Arterial Gas Emboli (AGE), dan perawatan ini juga sangat baik untuk mendukung penyembuhan luka operasi, tentunya dengan bantuan tim kesehatan yang berpengalaman. Dr Chan menambahkan, “Keuntungan dari terapi ini adalah, penyembuhan luka. Penanganan ini adalah non-invasif dan ketidaknyamanan yang dirasakan pasien hanya minim. Ini menjadi sangat sesuai bagi siapa saja, muda atau tua.”

Intinya, HBOT merupakan penanganan non-invasif yang efektif untuk mengobati luka kaki kronis serta luka-luka lain yang sulit sembuh, sehingga memberikan sebuah harapan bagi para penderita diabetes di seluruh dunia. ©FlyFreeForHealth2009.